PSU Pekanbaru Akhirnya Bermasalah

Hasil PSU Pilkada Pekanbaru akhirnya bermasalah juga, hal ini terlihat dari beberapa pemberitaan dari media cetak, media online berasal dari Riau. Dikabarkan pemicu kisruh tersebut adalah SK KPUD Pekanbaru nomor 79 tahun 2011 yang membatalkan walikota Pekanbaru terpilih, Firdaus MT sebagai calon walikota. Dimana pada Pemilihan Suara Ulang Jilid II untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru pada tanggal 21 Desember 2011 dimenangkan oleh pasangan PAS (Firdaus Ayat). PAS unggul daripada pasangan BERSERI (Septina Erizal Muluk).

Seperti yang diberitakan oleh RiauKita.com Senin, 9 Januari 2011 kembali ratusan orang mengepung kantor KPUD Pekanbaru menolak hasil keputusan mendiskualifikasi calon walikota Firdaus MT. Namun aksi demo ini berjalan damai tidak anarkis sebagaimana banyak dugaan sebelumnya.

Massa yang diduga bayaran ini, melakukan aksi demo atas penolakan keputusan KPUD Pekanbaru. Mereka mengatasnamankan Forum Keadilan Masyarakat Pekanbaru (FKMP) hanya sekedar melakukan aksi demo sambil melempar beberapa buah tomat ke kantor tersebut.

Demo ini dipicu atas keputusan KPUD Pekanbaru yang mendiskualifikasi Firdaus MT pasca pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) yang digelar pada 21 Desember 2011 lalu. Massa ini merasa tidakan KPUD Pekanbaru telah menyakini hati rakyat Pekanbaru yang telah memilih Firdaus MT sebagai pemenang dalam PSU.

Aksi demo ini medapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Beberapa personil kepolisian terliat menjaga ketat jalannya aksi demo tersebut. Sayangnya saat mereka melakukan aksi demo, para anggota KPUD Pekanbaru tidak berada di tempat. Di kabarkan para anggota KPUD tengah berada di Jakarta.

KPUD Pekanbaru sendiri mendiskualifikasi Firdaus MT karena dianggap telah melakukan pembohongan publik. Calon walikota ini dianggap menipu dalam pengisian formulir sebagai calon kepala daerah. Firdaus tidak mencantumkan nama istri keduanya yang berada di Jakarta.

Dalam kasus manipulasi data diri ini, pihak Polresta Pekanbaru sudah menetapkan calon partai Demokrat ini sebagai tersangka. Malah berkas acara pemeriksaan dari pihak kepolisian sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pekanbaru.