Menapak Langkah Menuai Hasil Menuju Riau yg Makmur

Saat kita melihat kemajuan daerah orang lain, terbesit harapan yang cukup tinggi untuk membawa kemajuan tersebut ke kampung halaman sendiri yaitu bumi Melayu nan sakti. Namun tahun demi tahun hari-hari terus berjalan tidak menampakan kecerahan yang di impikan, malah jutru perubahan itu belum berjalan sebagaimana yang diharapkan kita semua.
Sebagai putra asli Riau yang besar dirantau, penulis merasa tergetar hati melihat kondisi Propinsi yang kita cintai yaitu Riau. Khususnya mengenai perekonomian rakyat yang belum menunjukkan hasil yang cukup signifikan terhadap perubahan zaman saat ini. Janji demi janji oleh para pemimpin sebelumnya sudah berkali-kali di humbar, tapi perubahan tak kunjung tiba, bahkan justru mengarah kepada perubahan sikap dan budaya yang cendrung destruktif.

Beberapa pakar mencoba mengartikan apa yang dimaksud dengan Ekonomi Kerakyatan adalah sebagai bagian dari sistem ekonomi partisipatif yang memberikan akses sebesar-besarnya secara adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat, baik dalam proses produksi, distribusi, dan konsumsi nasional serta meningkatkan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat, maupun dalam suatu mekanisme penyelenggaraan yang senantiasa memperhatikan fungsi sumber daya alam dan lingkungan sebagai pendukung kehidupan guna mewujudkan kemakmuran yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia secara berkelanjutan.

Adapun dasar pengertian dari Ekonomi adalah sistem aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Sedangkan menurut Prof. DR. Mubyarto Sistem Ekonomi Kerakyatan adalah Sistem Ekonomi Nasional Indonesia yang berasas kekeluargaan, berkedaulatan rakyat, bermoral Pancasila, dan menunjukkan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat. Syarat mutlak berjalannya sistem ekonomi nasional yang berkeadilan sosial adalah berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya.

Oleh karena itu, penulis mencoba memberikan sedikit pendapat berdasarkan analisa terhadap perkembangan daerah Riau agar berjalan kearah apa yang di cita-citakan bersama sesuai potensi alam dan keunggulan komoditas yang dimiliki oleh Propinsi Riau khususnya pengembangan mengenai strategi pemberdayaannya ekonomi kerakyatan itu sendiri yang dimungkin nantinya dapat diadopsi kedalam bagian Program Pembangunan Daerah Riau untuk terwujudnya masyarakat yang berkeadilan sosial dan kemakmuran yang salah satu implementasinya adalah oreantasi kepada kewirausahaan rakyat (People Enterpreneur) dengan memadukan sistem kebijakan pembangunan Pemerintahan Daerah itu sendiri.

1. Memetakan potensi sumber daya daerah
Seperti yang kita ketahui bahwa Propinsi Riau kaya dengan sumber daya alamnya, baik itu berupa Minyak ,aupun agro. Khususnya komoditas yang menjadi andalan Propinsi Riau adalah sektor Perkebunan yaitu Sawit, pinang yang saat ini sudah masuk kepada pasar Internasional.
Seharusnya dengan memiliki komoditas unggul tersebut justru akan menumbuhkan perekonomian bagi masyarakat Propinsi Riau sendiri belum dapat mengoptimalkan keunggulan(Advantege) tersebut. Justru yang mendapatkan peluang (opportunity) dan keuntungan (Benefit) adalah perusahaan-perusahaan dari luar Riau.
Oleh karena itu, harus ada kesadaran dari instansi yang terkait untuk melindungi komoditas-komoditas yang menjadi andalan Daerah dan dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Mungkin hal ini sebelumnya sudah ada kajian dalam menyusun program strategi pembangunan Propinsi Riau, namun pelaksanaannya belum optimal dikarenakan faktor kurangnya kwalitas SDM.
Kami berharap kedepan, perlu keseriusan dari Pemerintah Daerah sebagai instrumen penting dalam rangka membuat format perencanaan stategi pembangunan Daerah yang mengedepankan keterlibatan rakyat sebagai pelaku ekonomi dan bisnis yang nantinya mampu meningkatkan hajat hidup mereka sendiri.
Yang dibutuhkan saat ini adalah upaya sinergi antara Pemerintah dan rakyat dalam menjalankan roda Ekonomi daerah. Perlunya penataan ulang dalam menerapkan Startegi mekanisme jaringan pasar.. Masih adanya mata rantai pasar yang terputus sehingga memberikan peluang bagi pihak lain untuk masuk kedalam wilayah kita sendiri dengan mengambil keuntungan yang justru belun memberikan nilai tambah atau kontribusi bagi masyarakat Riau itu sendiri.

2. Membangunan sikap masyarakat agar berjiwa enterpreneur/Pengusaha.
Belajar dari kemajuan daerah lain seperti Propinsi Gorontalo, Kabupaten Sragen dan lain sebagainya yaitu mulai memetakan kembali produk-produk unggulan yang akan dijadikan andalan untuk dikembangkan untuk dipasarkan adalah kewajiban kita semua sebagai putra daerah. Perlunya dibentuk institusi yang lebih mengkonsentrasikan kepada hasil-hasil alam Propinsi Riau untuk dapat dilempar pada pasar nasional dan Internasional wajib hukumnya. Disamping dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Seperti apa yang dikatakan Gubernur Propinsi Gorontalo Ir. Fadel Muhammad dalam disertasinya saat ujian meraih Doktornya di Univ. Gajah Mada Yogjakarta baru-baru ini mengungkapkan bahwa bagaimana merubah mind set dari dilingkungan apartaur Daerah dari birokrasi menjadi wirausahawan, pegawai jangan hanya menunggu perintah, tapi harus berinisiatif dan berinovasi untuk kemajuan daerah. Dukungan Program Pembangunan Daerah yang beroreantasi kepada kewirausahawan dipengaruhi oleh 4 variabel yaitu :
1. Kapabilitas Managemen kewirausahaan
2. budaya organisasi
3. Lingkungan makro
4. endowment atau lingkungan mikro

Variabel yang menentukan secara langsung terbentuknya kinerja pemerintahan daerah adalah kapasitas management kewirausahaan dan faktor budaya organisasi, sedangkan variabel yang mempengaruhi kapasitas manajemen kewirausahaan adalah faktor budaya oraganisasi dan endowment.
Berdasarkan penjelasan dan informasi diatas, dapat disimpulkan sementara ini adalah bagaimana upaya pimipinan Daerah membentuk pola pikir para aparaturnya menjadi seorang wirausahawan. Sehingga apa yang menjadi tujuan pembangunan daerah Riau untuk meningkatkan dan menggerakan ekonomi rakyat atau bisnis rakyat dapat terwujud secar sinergis.

3. Membuat perangkat yang menunjang peningkatan program ekonomi kerakyatan.
Harus adanya analisa mengenai sistim jaringan distribusi pemasaran dengan melakukakan beberapa kajian mengenai kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan atau yang lebih dikenal dengan Analisa SWOT terhadap produk komoditi yang dimiliki Propinsi Riau itu sendiri. sehingga dapat diambil suatu keputusan yang lebih strategis dalam memasarkan komoditi daerah untuk masuk kepasar lokal, nasional dan Internasional.
Penulis mencoba mengupas beberapa hal yang diamati sesuai kondisi yang ada saat ini di daerah Riau adalah sebagai berikut :

a. Kekuatan :
Pada dasarnya Riau memiliki struktur tanah yang baik dalam pengembangan agribisnis. Dilihat dari letak geografis Propinsi Riau yang memiliki pelabuhan dan dekat dengan negara tetangga Malaysia dan Singapore yg notabene sebagai negaraa trader, menunjang sektor agro untuk berkembang. Baik Pertanian, Perkebunan dan sektor perikanan maupun perternakan.
Disamping itu aspek lain yang menjadi kekuatan adalah:
1.1. Banyaknya jumlah desa
1.2. Mayoritas penduduk desa pada usiayang cukup produktif
1.3. Laju pertumbuhan ekonomi dengan positif melalui kosentrasi produksi agribisnis
1.4. Partisipasi rakyat yang masih cukup tinggi
1.5. Banyaknya potensi sumber daya alam sebagai unsur percepatan dinamika perekonomian desa.
1.6. Kualitas produk komoditas daerah yang sudah lebih baik sesuai standar kebutuhan pasar Internasional.
1.7. Banyaknya komoditas unggulan yang beraneka ragam.
1.8. Memiliki fasilitas penampungan hasil-hasil alam dengan didirikannya Sentra Terminal Agribisnis.

b. Kelemahan :
1.1. Penduduk miskin yang semakin hari semakin meningkat.
1.2. Kurangnya Lapangan kerja.
1.3. Ketergantungan penduduk yang masih cukup tinggi terhadap pekerjaan yang ada khususnya yg berkaitan dengan pemerintahan.
1.4. Menyatukan persepsi masyarakat Riau
1.5. Lemahnya kemampuan perangkat desa dalam membuat perencanaan diwilayahnya.
1.6. Integritas para tokoh masyarakat dalam membangun daerahnya.
1.7. Wawasan mengenai bisnis itu sendiri.

c. Peluang :
1.1. Munculnya UU. No. 32 tahun 2004 mengenai sistim keuangan Pemerintahan daerah yaitu dana perimbangan daerah.
1.2. Upaya penetrasi pasar yang langsung ke pembeli lokal maupun Internasional.
1.3. konsistensi pembinaan dan pengawasan dari Pemerintah Desa
1.4. usaha menciptakan produk unggulan baru melalui diversifikasi bisnis
1.5. membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat daerah khususnya generasi muda sehingga mengeliminir keinginan untuk menjadi Pegawai negeri.
1.6. menciptakan pengusaha-pengusaha daerah baru.

d. Tantangan :
1.1. Belum maksimalnya sosialisasi Program Pemerintah Kabupaten dengan perangkat pemerintah desa yang ada.
1.2. Kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM yang mengakibatkan tingginya biaya produksidan mempengaruhi daya beli masyarakat.
1.3. Terbatasnya alokasi dana terhadap program dan kegiatan operasional.
1.4. Harus adanya kepastian dari Program Pembangunan Pemerintah daerah yang lebih terarah dalam mengembangkan komoditas unggulan.
1.5. Menciptakan jaringan pasar baru melalui Penjualan langsung (Direct Selling).

Dari beberapa persoalan saat ini justru apa yang dihasilkan oleh alam Riau baik itu berupa rempah-rempah, dan lain sebagainya maupun dari perikanan dan peternakan, hasilnya belumlah menyentuh rakyat Riau. Bahkan manfaatnya dinikmati oleh daerah lain ataupun pihak-pihak lain yang berada diluar Riau.
Salah satu masukan yang dapat memecahkan masalah tersebut adalah membuat suatu institusi yang dapat mengelola hasil-hasil alam Riau secara profesional dan menggerakan lembaga-lembaga ekonomi kerakyatan seperti Koperasi, KUT dan BKMT yang ada didesa-desa untuk di sinergiskan dalam rangka menciptakan usaha-usaha baru yang mempunyai nilai tambah dan memutuskan mata rantai sistim jalur distribusi pemasaran.

4. Menyatukan sikap dan tekad serta menghilangkan ego primodial
Kultur dan sikap masyarakat harus mulai dirubah. Perlunya pembinaan dan pengarahan yang lebih intens lagi mengenai kesatuan visi dalam rangka memajukan perekonomian rakyat. Peningkatan hasil dengan optimalisasi Sumber daya yang dimiliki akan membawa dampak kepada kemajuan rakyat itu sendiri. Sehingga grafik kemiskinan di desa-desa akan berkurang dengan sendirinya dan membawa dampak kepada kultur sosial dan perubahan karakteristik masyarakat yang lebih konstruktif.
Seperti yang pernah saya sampaikan dalam tulisan saya sebelumnya, dengan kesejahteraan memunculkan rasa primodialisme yg tinggi terhadap masyarakat, maka akan membuyarkan perbedaan pandangan terhadap wancana perbedaan wilayah

Pokok persoalan yang paling penting dan sederhana saat ini adalah mencari solusi atau jalan keluar bagaimana rakyat Riau bisa menjadi sejahtera dan makmur, bukan membawa mereka kedalam depolitisasi. Kata kunci dari sejahtera adalah peningkatan pendapatan rakyat dan tersedianya pangan dan sandang yang cukup di masing-masing dusun hingga ke ibukota Kabupaten. Disinilah rakyat mengaharap para tokoh masyarakat, cerdik pandai, Pemuda, alim ulama dan pemimipin untuk mengarahkan dan mengajak mereka kepada kegiatan yang menciptakan kesejahteraan melalui hasil usaha-usaha yang berpihak kepada rakyat.

Dimasa mendatang tidak ada lagi setiap harinya Pemuda yang luntang-lantung kesana kemari mencari penghasilan dari pekerjaan yang tidak pasti. Pada akhirnya meningkatkan tingkat kejahatan dan kriminalitas di daerah Riau. Sehingga dimasa yang akan datang berkurangnya kader-kader muda yang akan melanjutkan roda kehidupan. Karena kita ketahui bahwa pemuda adalah aset bangsa yang paling penting.

Sebagai bagian akhir, sesuai dengan perkembangan zaman, kami mengharap agar para kaum muda sudah mulai bisa tampil untuk memberikan kontribusi kepada ranah melayu. Banyak potensi-potensi sumber daya manusia yang dimiliki Riau, baik dirantau maupun dari dalam daerah Riau itu sendiri. Biarkanlah keder-kader muda Riau berkiprah dan bergerak untuk memajukan daerahnya. Bimbingan dan arahan masih perlu diberikan dari para sesepuh dan Tokoh masyarakat.

Data Penulis :
Nama : Amilius Lukman Bustanudin
Pekerjaan : Pengusaha
Alamat : JL. Soekarno-Hatta, Pekanbaru-Riau