Menkopolkam: Gulingkan SBY, Kemauan 1-2 Orang

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolkam), Djoko Suyanto, menanggapi santai isu penggulingan pemerintahan SBY-Boediono yang bakal genap setahun 20 Oktober mendatang.

"Darimana sinyalemen itu? Nggak lah kita ngomong yang enak-enak jangan yang nggak-nggak," kata Djoko usai rapat dengan tim kecil Komisi Hukum DPR di Senayan, Rabu 13 Oktober 2010.

Soal ada gerakan yang ingin menggulingkan SBY? Djoko menjawab, " Itu gerakan inskonstitusional. Mungkin itu keinginan 1-2 orang, tapi apakah pencerminan sikap seluruh rakyat Indonesia, tidak kan?"

Pemerintah, tambah Djoko, sama sekali tak khawatir. "Ini kan proses demokrasi, dibacanya harus seperti itu."

Demokrasi memang menyediakan ruang untuk mengkritik dan menyampaikan aspirasi. Ruang untuk itu selalui diberikan oleh pemerintah. "Apa pernah pemerintah melarang aspirasi dan pendapat mengkritik pemerintah?," kata dia.

Namun, jangan sekedar kritik, tapi memberi solusi karena pemerintah tidak semuanya benar dan tidak semua berhasil. "Tapi kalau dikatakan, tidak berhasil semua, itu keliru," tegas Menkopolkam.

Saat ini tambah dia, yang dibutuhkan adalah kebersamaan seluruh komponen masyarakat.

Ditanya perkembangan situasi terakhir ini yang diduga sengaja menciptakan instabilitas, mantan Panglima TNI itu mengatakan, "Aman-aman saja."

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum mengkritik pihak-pihak yang ingin menggulingkan pemerintahan.

"Itu adalah pikiran orang yang gelap mata, sehingga gagal melihat masa depan demokrasi kita dan kehilangan kejernihan politik," kata Anas Urbaningrum kepada VIVAnews, Selasa 12 Oktober 2010.

Sementara, Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menegaskan partainya tetap akan mendukung pemerintahan SBY-Boediono sampai 2014.
• VIVAnews